ini bukan tentang seseorang, tapi tentang hal lain. Saya tinggal di jakarta dan belakangan sering pulang kampung ke Padang. Kadang saya naik pesawat kalo ongkos lagi murah dan kadang naik bus. Beda perjalanan 2 kendaraan angkutan tersebut tentu signifikan.
Jakarta Padang atau sebaliknya jika saya menggunakan pesawat hanya butuh waktu 1,5 jam, sedangkan naik bus butuh waktu 36 jam (kira-kira). Dengan perbedaan waktu sedemikian maka saya tentu lebih menyenangi naik pesawat daripada naik bus. Naik bus ada juga enaknya, saya jadi bisa mampir di berbagai kota lintas meski hanya untuk sekedar istirahat, solat, dan makan. Satu lagi, dengan naik bus maka saya bisa menikmati perjalanan menggunakan kapal laut untuk menyeberangi selat sunda. meski hanya sekitar 1 jam tapi itu sangat menyenangkan, apalagi bisa berdiri di dek depan kapal. seperti Rose (Kate Winslet) dalam film Titanic, tapi bedanya saya tidak punya niat untuk bunuh diri dan tidak ada pria yang mungkin akan menyelamatkan saya, hahaha...
namun ada pengalaman yang tidak menyenangkan pula. jika naik pesawat maka saya akan merasa was-was pada saat pesawat take off. entah kenapa atau itu memang perasaan saya saja, saat take off rasanya pesawat seperti kehilangan tenaga dan terasa bahwa pesawat itu bergerak turun, lalu naik, lalu turun lagi, lalu naik lagi..menyeramkan bukan!! Landing lebih baik menurut saya. Kalau landing saya hanya merasa gugup saat ban pesawat akan menginjak landasan. saya sering menunggu hentakan antar ban pesawat dengan landasan pacu dengan menahan napas. (maklum urang kampuang hehehe)
Lain pula halnya jika dengan bus. selain waktu tempuh lama, ada supir yang tidak berhenti pada waktu solat!!!!!!!!!!! gawat kan! (saya seorang muslim). Memang tidak semua bus, dan rasanya selama saya naik bus, ini kejadian baru pertama kali. hari pertama lancar, solat saya tidak ada yang bolong..bisa di jamak. Nah, hari kedua baru mulai parah. waktu subuh dia tidak berhenti, meski matahari sudah mulai menampakkan dirinya, tapi sang supir ini terus melaju (dia sangat kencang berkendara, beberapa momen membuat para penumpang merasa gelisah) akhirnya saya putuskan untuk tayamum di atas bus dan niat solat subuh lalu solat subuh diatas bus.
akhirnya jam 11 bus berhenti di salah satu rumah makan, tapi saya tidak bisa solat zuhur karena waktunya belum masuk. lalu bus berangkat lagi. saya pikir nanti akan berhenti sebelum magrib. ternyata eh ternyata, lanjut! tidak berhenti! keluhan penumpang tidak di gubris, yag protes mungkin juga tidak terlalu berani, contohnya saya, cuma bisa mengutuk dalam hati (iman masih lemah) akhirnya bus berhenti jam 7 malam. hanya magrib dan isya yang bisa ditunaikan. eh ya, saya bolong solat zuhur dan asharnya karena diperjalanan saya kebelet HIV (hajat ingin vivis). bus AC ini tidak dilengkapi toilet jadi banyak penumpang yang menderita menahan HIV nya, khususnya kaum wanita. sebenarnya bus ini sempat berhenti juga tapi di pinggir jalan!! supirnya beli duren dan duku (beberapa penumpang ada juga yang ikutan, kalau kaum pria sekalian menyampaikan HIV nya dibalik pohon2, kesal saya). beberapa kali bis ini berhenti tapi tidak di tempat semestinya, sontoh di pom bensin. itu tidak terjadi, lagi2 bus ini berhenti di pinggir jalan dan tetap hunting duren dan duku.
Jam 7 itu saya bergegas buka pintu bus meski bus belum sepenuhnya berhenti karena sumpah hampir 4 jam saya menahan HIV. kalau tahu begini saya kan bisa pake pampers hahahaha. akhirnya yang saya takutkan terjadi, saya tidak sanggup lagi menahan HIV di detik detik terakhir. anda taulah apa yang terjadi. akhirnya saya mandi dan mengganti seluruh pakaian saya. dan sialnya saya tidak sempat makan malam dan solat magrib di rumah makan itu, bus sudah mau jalan lagi, sial. saya hanya bisa berharap bus ini akan sampai di kota tujuan saya sebelum subuh jadi saya masih bisa jamak.
itulah pengalaman saya. tidak usah panjang2 lagi, bus ini sampai jam 2 pagi. saya lelah sekali. kewajiban terhadap Tuhan saya tunaikan dan saya segera tidur. salam buat Betri, teman sebangku yang sama menderitanya denganku begitu juga dengan penumpang wanita lainnya (menurutku). kedepannya, saya hanya mau naik bus AC, jika dan hanya jika bus itu dilengkapi toilet!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar